Perjumpaan dengan Kerahiman Allah yang Memulihkan
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” – 1 Yohanes 1:9
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan: “Mereka yang mendekat kepada Sakramen Tobat memperoleh pengampunan dari belas kasihan Allah atas penghinaan mereka terhadap-Nya, sekaligus mereka didamaikan dengan Gereja.” – KGK 1422
Konsili Vatikan II, dalam Lumen Gentium artikel 11, menekankan dimensi eklesial dari Sakramen Tobat: bahwa dosa tidak hanya melukai relasi pribadi dengan Allah, tetapi juga merusak kesatuan dengan komunitas umat beriman. Maka, pengampunan yang diterima melalui pelayanan imam adalah juga pemulihan hubungan dengan Gereja.
PROSEDUR UNTUK SAKRAMEN REKONSILIASI DILUAR JADWAL UMUM
- Silakan menghubungi Sekretariat Paroki dan membuat janji dengan pastor paroki untuk menerima sakramen rekonsiliasi di nomer WA sekretariat (0819 0831 3677) atau telp: (021) 22457027
- Setelah misa menghubungi secara langsung pastor yang memimpin misa dan meminta sakramen tobat.
WAKTU PELAKSANAAN
Salah satu dari 5 Perintah Gereja adalah “Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.” Paroki Puspa Gading membuka kesempatan sakramen tobat/ rekonsiliasi pada Masa Prapaskah (menjelang Paskah) dan Masa Adven (menjelang Natal). Info akan diumumkan lewat media-media yang dimiliki Paroki.
Namun di antara masa-masa tersebut, kita selalu diberikan kesempatan mengaku dosa secara pribadi kepada imam.
TATA CARA SAKRAMEN TOBAT
Datang dan buka hati kepada kerahiman Tuhan. Menyadari bahwa kita berdosa dan secara tulus hendak meminta ampun di dalam ruang pengakuan. Berikut panduan sederhana:
- Berlutut dan menerima berkat pengantar dari Imam.
- Membuat tanda salib.
- Ucapkan: “Bapa, Sakramen Tobat yang terakhir saya terima adalah …..(sebutkan kapan terakhir kali menerima Sakramen Tobat).” Apabila ini adalah pengakuan dosa pertama, ucapkan: “Bapa, ini penerimaan Sakramen Tobat saya untuk pertama kalinya.”.
- Ucapkan: “Bapa, dari saat terakhir saya menerima Sakramen Tobat sampai saat ini, saya sadari telah melakukan dosa-dosa dan oleh karena itu pada saat ini dihadapan Bapa saya mau mengaku kepada Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kepada seluruh umat Allah yang kudus, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian, khususnya bahwa saya telah berdosa :…..(sebutkan dosa anda dengan jujur).
- Ucapkan: “Saya sungguh menyesal atas semua dosa saya itu, dan dengan hormat saya meminta pengampunan serta penitensi yang berguna bagi saya.”.
- Dengarkan nasihat imam dan penitensi yang diberikannya atas dosa kita.
- Ucapkan Doa Tobat (PS no 25): “Allah Yang Maha rahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau Yang Maha pengasih dan Maha baik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Allah Yang Mahamurah, ampunilah aku orang berdosa ini. Amin.”
- Membuat tanda salib saat Imam memberikan absolusi (pengampunan).
- Mengucapkan terima kasih dan keluar dari ruang pengakuan.
- Melakukan apa yang menjadi penitensi yang telah diberikan imam dan berdoa “Syukur Atas Pengampunan” (PS 27).